BOGOR, KOMPAS.com - Pertumbuhan perumahan yang cukup pesat di sekitar Stasiun Cilebut di Kabupaten Bogor, turut mendorong pertumbuhan jumlah penumpang di stasiun yang melayani rute kereta rel listrik Bogor-Jakarta itu.
Menurut Kepala Stasiun Cilebut, Asep Dodi, di Cilebut, Rabu (3/8/2011), jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) dari Cilebut rata-rata 6.000-7.000 orang per hari. Sementara dalam sebulan jumlah penumpang bervariasi antara 170.000 hingga 180.000 jiwa, dengan penghasilan dari tiket Rp 700 juta hingga Rp 800 juta.
"Setelah Commuterline (nonekonomi) Juli, jumlah penumpang jadi 192.330 orang. Bulan sebelumnya masih 174.614 orang. Jumlah pendapatan juga naik jadi Rp 945 juta," katanya.
Dari arah Bogor, Stasiun Cilebut merupakan stasiun kedua setelah Stasiun Bogor. Stasiun ini diapit Stasiun Bogor dan Stasiun Bojong Gede.
Obrolan sekitar Cilebut, Cibinong, Citayam Bogor, perumahan, kesehatan, peluang usaha, opini, informasi..
Senin, 12 Maret 2012
Minggu, 11 Maret 2012
Penumpang KRL terlantar akibat gangguan listrik
Jakarta (ANTARA News) - Ribuan penumpang kereta rel listrik (KRL) tujuan Jakarta-Bogor terlantar di sejumlah stasiun akibat gangguan listrik aliran atas antara Stasiun Cilebut dan Bogor, Selasa malam.
"Gangguan aliran atas kabel PLN di lintasan antara Stasiun Cilebut dan Bogor itu terjadi sejak pukul 20.51 WIB tapi kami tidak tahu pasti sebab terjadinya gangguan itu, kata Petugas Stasiun Depok Lama Muchliman.
Ia mengatakan, gangguan listrik tersebut menghambat perjalanan empat set KRL Komuter (satu set KRL memiliki delapan gerbong-red) dan satu set KRL Ekonomi di Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Citayam dan Depok.
"Masing-masing ada satu set KRL yang terhambat perjalanannya di Stasiun Cilebut, Bojong Gede dan Citayam serta dua set KRL di Stasiun Depok," katanya.
Menurut Muchliman, setiap set KRL mampu mengangkut sedikitnya 600 orang penumpang. Petugas terkait berupaya mengatasi gangguan listrik aliran atas yang menyebabkan terhambatnya perjalanan lima KRL ke Stasiun Bogor itu.
"Untuk sementara, para penumpang rute Jakarta-Bogor hanya bisa sampai Cilebut. Mudah-mudahan upaya perbaikan tidak memakan waktu lama supaya perjalanan kereta bisa normal kembali," katanya.
Akibat gangguan listrik aliran atas Selasa malam ini, semua perjalanan KRL rute Jakarta-Bogor hanya sampai Stasiun Cilebut. "Dari Stasiun Cilebut, KRL kembali ke Jakarta," katanya.
KRL Jabodetabek yang melintasi sebanyak 67 stasiun dilaporkan mengangkut sedikitnya 400 ribu penumpang per hari.
"Gangguan aliran atas kabel PLN di lintasan antara Stasiun Cilebut dan Bogor itu terjadi sejak pukul 20.51 WIB tapi kami tidak tahu pasti sebab terjadinya gangguan itu, kata Petugas Stasiun Depok Lama Muchliman.
Ia mengatakan, gangguan listrik tersebut menghambat perjalanan empat set KRL Komuter (satu set KRL memiliki delapan gerbong-red) dan satu set KRL Ekonomi di Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Citayam dan Depok.
"Masing-masing ada satu set KRL yang terhambat perjalanannya di Stasiun Cilebut, Bojong Gede dan Citayam serta dua set KRL di Stasiun Depok," katanya.
Menurut Muchliman, setiap set KRL mampu mengangkut sedikitnya 600 orang penumpang. Petugas terkait berupaya mengatasi gangguan listrik aliran atas yang menyebabkan terhambatnya perjalanan lima KRL ke Stasiun Bogor itu.
"Untuk sementara, para penumpang rute Jakarta-Bogor hanya bisa sampai Cilebut. Mudah-mudahan upaya perbaikan tidak memakan waktu lama supaya perjalanan kereta bisa normal kembali," katanya.
Akibat gangguan listrik aliran atas Selasa malam ini, semua perjalanan KRL rute Jakarta-Bogor hanya sampai Stasiun Cilebut. "Dari Stasiun Cilebut, KRL kembali ke Jakarta," katanya.
KRL Jabodetabek yang melintasi sebanyak 67 stasiun dilaporkan mengangkut sedikitnya 400 ribu penumpang per hari.
Kejahatan Lewat Kartu Nama
Seorang pria menghampiri seorang wanita yang sedang mengisi bensin dan menawarkan jasanya sebagai pengecat serta memberikan kartu namanya. Wanita itu menolaknya namun menerima kartu nama tersebut karena sopan santun. Pria tersebut kemudian masuk ke sebuah mobil yang dikemudikan pria lain. Pada saat wanita itu meninggalkan pompa bensin, dia melihat bahwa pria tersebut juga meninggalkan pompa bensin tersebut pada saat yang bersamaan.
Hampir seketika, wanita tersebut merasa pusing dan kesulitan untuk bernapas. Dia mencoba untuk membuka jendela mobil dan kemudian menyadari bahwa bau tersebut berasal dari tangannya. Tangan yang sama dengan tangan yang ia gunakan pada saat menerima kartu nama dari pria di Pom Bensin tersebut.
Wanita tersebut menyadari bahwa pria di pom bensin tersebut berada tepat di belakang mobilnya dan ia merasa harus melakukan sesuatu pada saat itu juga. Wanita itu kemudian menepi ke jalan masuk rumah yang pertama ia temui dan memencet klakson mobilnya berulang-ulang untuk meminta tolong. Laki-laki yang membuntuti wanita tersebut kemudian melarikan diri tapi wanita tersebut masih merasa sangat pusing setelah beberapa menit sampai akhirnya dia dapat bernapas dengan normal. Sepertinya ada sesuatu yang terdapat pada kartu nama tersebut yang dapat menyakitinya.
Obat ini disebut dengan “Burun Danga” dan ini digunakan oleh orang yang ingin melumpuhkan korbannya untuk mencuri dari korban tersebut atau memanfaatkannya.
Obat ini empat kali lipat lebih ampuh dari date rape drug (sorry ga ketemu terjemahan yang pas) dan dapat ditransfer kepada korban dengan sebuah kartu yang sederhana.
Jadi harap untuk memperhatikan hal ini dan jangan menerima kartu pada saat anda sendiri atau di jalanan.
Ini juga berlaku untuk orang yang tak dikenal yang datang ke rumah anda dan memberikan kartu nama pada saat menawarkan jasa mereka.
Sebaiknya peringati semua wanita, atau bahkan pria yang anda kenal.
Hampir seketika, wanita tersebut merasa pusing dan kesulitan untuk bernapas. Dia mencoba untuk membuka jendela mobil dan kemudian menyadari bahwa bau tersebut berasal dari tangannya. Tangan yang sama dengan tangan yang ia gunakan pada saat menerima kartu nama dari pria di Pom Bensin tersebut.
Wanita tersebut menyadari bahwa pria di pom bensin tersebut berada tepat di belakang mobilnya dan ia merasa harus melakukan sesuatu pada saat itu juga. Wanita itu kemudian menepi ke jalan masuk rumah yang pertama ia temui dan memencet klakson mobilnya berulang-ulang untuk meminta tolong. Laki-laki yang membuntuti wanita tersebut kemudian melarikan diri tapi wanita tersebut masih merasa sangat pusing setelah beberapa menit sampai akhirnya dia dapat bernapas dengan normal. Sepertinya ada sesuatu yang terdapat pada kartu nama tersebut yang dapat menyakitinya.
Obat ini disebut dengan “Burun Danga” dan ini digunakan oleh orang yang ingin melumpuhkan korbannya untuk mencuri dari korban tersebut atau memanfaatkannya.
Obat ini empat kali lipat lebih ampuh dari date rape drug (sorry ga ketemu terjemahan yang pas) dan dapat ditransfer kepada korban dengan sebuah kartu yang sederhana.
Jadi harap untuk memperhatikan hal ini dan jangan menerima kartu pada saat anda sendiri atau di jalanan.
Ini juga berlaku untuk orang yang tak dikenal yang datang ke rumah anda dan memberikan kartu nama pada saat menawarkan jasa mereka.
Sebaiknya peringati semua wanita, atau bahkan pria yang anda kenal.
ini sagnat menraik
Menuurt sbeauh penilitean di Cmabrigde Uinervtisy, tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa urtaun hufur-hufur di dlaam sebauh kaat, ynag palngi pnteing adlaah leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer. Siasnya dpaat brantaaken saam skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah. Hal ini kerana oatk masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing, tatepi kaat kesuleruhan.
Manejkubakn naggk?
Beloh diboca utnuk dipretaken..!
Manejkubakn naggk?
Beloh diboca utnuk dipretaken..!
Nenek Pencuri Singkong dan Hakim Mulia
Kasus tahun 2011 lalu di Kabupaten Prabumulih, Sumatra Selatan (Kisah Nyata)
Di ruang sidang pengadilan, hakim MARZUKI duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya lapar. Namun manajer PT Andalas Kertas (Bakrie Grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bag warga lainnya.
Hakim MARZUKI menghela nafas. Dia memutus di luar tuntutan jaksa PU, “Maafkan saya”, katanya sambil memandang nenek itu.
”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.
Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin.
‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar Rp 50 ribu, sebab menetap di kota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.
Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”
Sampai palu diketuk dan hakim MARZUKI meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang Rp 3,5 juta, termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT Andalas Kertas yang tersipu malu karena telah menuntutnya.
Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh hakim berhati mulia.
erwin kakattobbi
Di ruang sidang pengadilan, hakim MARZUKI duduk tercenung menyimak tuntutan jaksa PU terhadap seorang nenek yang dituduh mencuri singkong, nenek itu berdalih bahwa hidupnya miskin, anak lelakinya sakit, dan cucunya lapar. Namun manajer PT Andalas Kertas (Bakrie Grup) tetap pada tuntutannya, agar menjadi contoh bag warga lainnya.
Hakim MARZUKI menghela nafas. Dia memutus di luar tuntutan jaksa PU, “Maafkan saya”, katanya sambil memandang nenek itu.
”Saya tak dapat membuat pengecualian hukum, hukum tetap hukum, jadi anda harus dihukum. Saya mendenda anda Rp 1 juta dan jika anda tidak mampu bayar maka anda harus masuk penjara 2,5 tahun, seperti tuntutan jaksa PU”.
Nenek itu tertunduk lesu, hatinya remuk redam, sementara hakim Marzuki mencopot topi toganya, membuka dompetnya kemudian mengambil & memasukkan uang Rp 1 juta ke topi toganya serta berkata kepada hadirin.
‘Saya atas nama pengadilan, juga menjatuhkan denda kepada tiap orang yang hadir di ruang sidang ini sebesar Rp 50 ribu, sebab menetap di kota ini, yang membiarkan seseorang kelaparan sampai harus mencuri untuk memberi makan cucunya.
Saudara panitera, tolong kumpulkan dendanya dalam topi toga saya ini lalu berikan semua hasilnya kepada terdakwa.”
Sampai palu diketuk dan hakim MARZUKI meninggalkan ruang sidang, nenek itupun pergi dengan mengantongi uang Rp 3,5 juta, termasuk uang Rp 50 ribu yang dibayarkan oleh manajer PT Andalas Kertas yang tersipu malu karena telah menuntutnya.
Sungguh sayang kisahnya luput dari pers. Kisah ini sungguh menarik sekiranya ada teman yang bisa mendapatkan dokumentasi kisah ini bisa di share di media untuk jadi contoh hakim berhati mulia.
erwin kakattobbi
10 Tanda Anda Sebaiknya Pindah Kerja
Rata-rata jam kerja pegawai kantoran adalah 8 hingga 9 jam perhari. Itu artinya, setiap hari Anda menghabiskan sepertiga hidup Anda di kantor. Sia-sia sekali rasanya jika waktu sebanyak itu diisi atau dihabiskan dengan mengeluh dan berbagai hal lain yang membuat Anda tak bahagia. Mungkin sudah saatnya Anda mengundurkan diri dan pindah kerja ke perusahaan lain, atau memiliki usaha sendiri?
Jika Anda mengalami 10 hal berikut ini, tandanya Anda sebaiknya atau memang harus segera mengucapkan selamat tinggal pada rekan dan tempat kerja anda.
1. Anda begitu membenci hari Senin
Merasa sedih saat akhir pekan berakhir dan Senin kembali datang itu hal yang wajar. Namun, jika Anda membayangkan masuk kantor, bekerja, bertemu bos, bertemu rekan kerja, dan semua yang akan terjadi hari Senin, lalu Anda merasa muak, takut, bahkan stres, artinya Anda memang tak ingin berada di sana. Mungkin Anda hanya bertahan hanya demi punya pekerjaan? Tapi untuk apa menyiksa diri dan menghabiskan sepertiga hidup Anda di tempat yang Anda benci, sementara banyak orang lainnya yang menikmati pekerjaan mereka?
2. Anda bekerja tidak dengan hati
Pekerjaan yang ideal adalah saat kita mengerjakan apa yang kita cintai. Memang tak semua orang seberuntung itu, tapi jika Anda mencintai pekerjaan Anda, melakukan aktivitas sehari-hari di kantor pun tak akan terasa berat. Bahkan jika pekerjaan Anda berat, Anda masih bisa bersenang-senang di kantor. Namun jika Anda mulai merasa terpaksa, atau bahkan benci, mengerjakan tugas di kantor, sampai Anda mencari-cari alasan untuk tak masuk kantor, untuk apa dilanjutkan?
3. Hubungan dengan bos tidak baik
Bos galak itu biasa. Yang harus diwaspadai adalah jika hubungan Anda dengan bos lebih buruk dibanding hubungan bos dengan rekan-rekan kerja Anda. Merupakan pertanda buruk pula jika Anda sampai harus menyelesaikan masalah Anda dengan bos lewat atasan bos Anda, atau lewat departemen SDM (HRD).
4. Kemampuan Anda tak dianggap
Anda lulusan S2 manajemen, namun di kantor ini Anda hanya diberi tugas mengerjakan hal-hal remeh. Berkali-kali Anda meminta naik jabatan atau diberi tanggung jawab lebih, namun permohonan itu tak pernah digubris. Jangan sia-siakan bakat dan potensi Anda untuk perusahaan yang tak menghargainya.
5. Masa depan perusahaan Anda tak jelas
Perusahaan Anda terlilit utang, beberapa departemen ditutup, sejumlah besar karyawan diberhentikan, gaji sudah tak dibayarkan selama dua bulan. Jika perusahaan diibaratkan perahu, segeralah Anda menyelamatkan diri sebelum ikut tenggelam.
6. Prinsip Anda dan perusahaan tak sejalan
Anda adalah orang yang sangat mencintai lingkungan, namun Anda bekerja di perusahaan yang dikenal suka mencemari lingkungan. Awalnya mungkin Anda masih bisa berkompromi, tapi jika hal ini tetap mengganggu Anda dan bahkan membuat Anda stres, carilah perusahaan lain yang sejalan dengan prinsip Anda.
7. Gaji Anda tak memadai
Biasanya fresh graduate alias yang baru lulus kuliah dan memiliki nol pengalaman masih mau menerima pekerjaan dengan gaji di bawah standar. Tapi itu pun seharusnya disertai catatan bahwa dalam setahun atau dua tahun akan ada kenaikan gaji. Jika usia Anda sudah lebih dari 27 tahun dan Anda masih digaji di bawah standar, padahal pekerjaan yang sama di perusahaan lain gajinya berkali lipat, saatnya Anda cari kesempatan lain. Tentu saja ini berlaku jika permintaan Anda untuk naik gaji tak pernah digubris.
8. Anda tak suka rekan-rekan kerja Anda
Pekerjaan yang berat akan terasa ringan dan menyenangkan jika dikerjakan bersama orang-orang yang Anda cintai. Bahkan rekan-rekan kerja bisa jadi alasan kita untuk bersemangat berangkat kerja di hari Senin. Namun, jika Anda tak punya teman dekat di kantor, atau sama sekali tak bergaul dengan mereka karena merasa tak cocok, makan siang selalu sendiri, rekan-rekan kerja memperlakukan Anda dengan tidak baik, dan Anda sering terlibat pertengkaran dengan rekan kerja, saatnya ucapkan selamat tinggal pada mereka.
9. Anda makan gaji buta
Yang Anda lakukan di kantor sebagian besar adalah browsing di internet yang tak berhubungan dengan pekerjaan, lalu nongkrong, lalu ngobrol-ngobrol dengan rekan kerja, dan tak mengerjakan apa pun. Enak memang, karena Anda tetap digaji meskipun Anda tak berkontribusi. Tapi ini artinya Anda “tak dianggap” oleh perusahaan. Anda produktif atau tidak, perusahaan tak peduli. Bahkan mungkin Anda tak masuk kantor pun tak ada pengaruhnya bagi keseluruhan alur kerja perusahaan. Waspadalah, bisa-bisa Anda didepak dari perusahaan karena larut dalam perilaku “makan gaji buta” ini.
10. Anda masih mencari-cari lowongan pekerjaan di tempat lain
Tak ada salahnya mencari tahu peluang dan kesempatan apa yang ada di luar sana. Namun jika sebagian besar waktu Anda dihabiskan dengan mencari lowongan kerja di internet, atau setiap bertemu teman Anda selalu berkata, “Ada lowongan nggak, di kantormu?”, artinya Anda memang benar-benar ingin keluar dari perusahaan Anda. Ikutilah kata hati itu.
Sumber: yahoo.com
Game Indonesia Raih Penghargaan Most Popular di Game Changer, Design 21
Satu lagi prestasi karya anak bangsa di kancah internasional. Sebuah game buatan Indonesia meraih penghargaan dalam kompetisi yang didukung oleh organisasi internasional United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).
Kompetisi tersebut adalah Design 21, yaitu sebuah kompetisi yang menantang perancang dari berbagai bidang ilmu untuk mencari solusi terhadap masalah sosial dan global. Salah satu kompetisi Design 21 yang baru saja selesai digelar adalah Game Changer (lihat www.design21sdn.com).
Dalam Game Changer, peserta harus membuat permainan yang mampu menciptakan perubahan di masyarakat dengan memperbaiki kehidupan atau menginspirasikan perilaku yang baru. Menurut GamePolitics, ada 90 peserta dari 29 negara yang berpartisipasi (13 Juni 2010).
Tim dari Indonesia meraih penghargaan sebagai Most Popular lewat game bertajuk ‘Go Go Recycle’. Game ini dikembangkan oleh Fazri Aziz dengan dukungan dari Aang Rahmantyo dan Ari Mageta (art), Mecca Bayu (story board), Awan Gunawan (sound) serta komunitas Gardunity.
‘Go Go Recycle’ merupakan game mengenai sampah. Game sambil lalu (casual) ini mengajarkan kebiasaan untuk memilah-milah sampah sebelum membuangnya.
Sedangkan pemenang pertama kompetisi Game Changer itu adalah Danielle Pecora dari Amerika Serikat yang merancang sebuah bola bernama be-B: Braille Education Ball. Bola itu semacam teka-teki untuk mencocokkan alfabet latin dengan huruf Braille yang sekaligus bisa mengajarkan huruf Braille pada pemainnya.
Juara kedua diraih Elad Goldshmidt dari Israel lewat sebuah simulator kursi roda. Dalam game ini, pemain duduk di kursi roda untuk menggerakkan karakternya keluar dari sebuah jalan berliku.
Sumber: detikInet
Kompetisi tersebut adalah Design 21, yaitu sebuah kompetisi yang menantang perancang dari berbagai bidang ilmu untuk mencari solusi terhadap masalah sosial dan global. Salah satu kompetisi Design 21 yang baru saja selesai digelar adalah Game Changer (lihat www.design21sdn.com).
Dalam Game Changer, peserta harus membuat permainan yang mampu menciptakan perubahan di masyarakat dengan memperbaiki kehidupan atau menginspirasikan perilaku yang baru. Menurut GamePolitics, ada 90 peserta dari 29 negara yang berpartisipasi (13 Juni 2010).
Tim dari Indonesia meraih penghargaan sebagai Most Popular lewat game bertajuk ‘Go Go Recycle’. Game ini dikembangkan oleh Fazri Aziz dengan dukungan dari Aang Rahmantyo dan Ari Mageta (art), Mecca Bayu (story board), Awan Gunawan (sound) serta komunitas Gardunity.
‘Go Go Recycle’ merupakan game mengenai sampah. Game sambil lalu (casual) ini mengajarkan kebiasaan untuk memilah-milah sampah sebelum membuangnya.
Sedangkan pemenang pertama kompetisi Game Changer itu adalah Danielle Pecora dari Amerika Serikat yang merancang sebuah bola bernama be-B: Braille Education Ball. Bola itu semacam teka-teki untuk mencocokkan alfabet latin dengan huruf Braille yang sekaligus bisa mengajarkan huruf Braille pada pemainnya.
Juara kedua diraih Elad Goldshmidt dari Israel lewat sebuah simulator kursi roda. Dalam game ini, pemain duduk di kursi roda untuk menggerakkan karakternya keluar dari sebuah jalan berliku.
Sumber: detikInet
Langganan:
Postingan (Atom)